BERANDA

Minggu, 26 Februari 2012

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Desa Cijeler, Sentuh Jiwa Sosial Melalui Sembako dan Sunatan Massal

Sumedang, AWI Sumedang
Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H, Desa Cijeler memberikan bantuan sembako dan lakukan sunatan massal bagi masyarakat kurang mampu.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad. SAW yang dikemas melalui rangkaian acara Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertajuk Dari, Oleh danUntuk Masyarakat Cijeler ini diawali dengan Tablig Akbar bersama KH. Muhamad Ridwan, Khitanan Massal sebanyak 21 orang dan Pembagian 122 paket sembako.
Dikatakan Aan Danupraja, Ketua Pelaksana Peringatan Maulid,” Kegiatan ini berthema seperti itu, berangkat dari keprihatinan kami akan nilai-nilai leluhur; ke-Agamaan, gotong-royong, jiwa social yang kian hari kian luntur dari diri dan jiwa masyarakat kita pada umumnya. Tentu saja sentuhan untuk peningkatan kualitas iman, aktivitas, intensitas dan kualitas keagamaan merupakan tujuan yang paling utama !” ungkap Aan Danupraja, Ketua Pelaksana Peringatan Maulid Desa Cijeler disela acara beberapa waktu lalu di Masjid Al-Istiqomah Desa Cijeler.

Pengaruh Budaya Terhadap Masa Depan Bangsa, Kokoh dan Rapuhnya Budaya, Adalah Refleksi Masa Depan Bangsa

Sumedang, AWI Sumedang
Repleksi dari manfaat budaya dengan masa depan generasi bangsa kadang untuk sebagian orang dianggap remeh dan beranggapan tidak ada kaitan kuat dengan masa depan keberada
an negara.
Disadari atau tidak, dari waktu kewaktu bangsa ini makin rapuh. Kekokohan budaya yang menjadi ciri bangsa ini makin terkikis oleh masuknya (interaksi) budaya asing kedalam pola hidup anak bangsa ini, masih mending kalau perubahan didukung oleh tingginya tingkat sumber pendapatan dan pengetahuan sehingga perubahan tidak mengganggu bagian lain diluar dirinya. Namun, apabila tidak, maka ketidakseimbangan ini akan berdampak negatif dan berpotensi besar merusak masa depan.
Dikatakan Ketua Padepokan Bandungan, Eyang Tiow (Mas Tiow Winata), ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/2) lalu, “Kami sengaja melaksanakan kegiatan rutin seperti ini setiap tahun sekali.

Kamis, 16 Februari 2012

Pengelolaan Managemen Sewa Mobil Tinja, Didugan Banyak Yang Menguap

Sumedang, AWI Sumedang
Pengelolaan Manajemen Sewa Mobil Tinja Dinas Lingkungan Hidup diduga banyak yang menguap di tahun 2011, hal ini bisa terlihat dari saling tuding antara pengelola manajemen dengan para petugas pelaksana di lapangan. Dikatakan salah seorang petugas pelaksana, dirinya hanya mendapat upah berdasarkan banyaknya sedotan dalam kesehariannya, bahkan secara terang terangan sang operator mengatakan ada sistem 3 : 2 dalam pengelolaan mobil tinja. Maksudnya, jika dalam sehari menyedot 3 kali, maka yang disetorkan hanya dua kali. Biaya satu kali sedot yang dikenakan oleh Dinas Lingkungan Hidup kepada para konsumen sebesar 250 Ribu rupiah.
Sementara itu fihak manajemen  mobil tinja mengatakan, bahwa dalam pengelolaan hal tersebut, ia hanya meneruskan dari pengelola lama, “ Saya baru disini, hanya meneruskan saja !. Untuk bagi hasil 3 : 2, itu juga tidak jelas siapa yang menginstruksikannya,”ungkapnya. “ Mungkin itu hanya akal-akalan oknum operator dilapangan saja. Malah, beberapa waktu lalu operator kendaraan tidak setor !.” imbuhnya.
Lebih lanjut, ketika ditanyakan mengenai keberadaan mobil tinja selepas jam kerja, fihak manajemen cukup menjawab ‘tidak tahu !,’ padahal, seharusnya kendaraan khusus tersebut sepatutnya disimpan di dalam lingkungan dinas. Hal ini menjadi bukti bahwa fihak manajemen mobil tinja terkesan asal-asalan dalam pengelolaan aset serta amburadul dalam megelola keuangan setoran mobil tinja.

UPTD Dinas Pendidikan Kec.Tanjungsari Gemilang Prestasi dalam bidang pendidikan

Sumedang, AWI Sumedang 
  Nama kecamatan tanjungsari bagi dunia pendidikan bukanlah hal sepele, keharuman kecamatan tanjungsari dalam keberhasilan  bidang pendidikan sejak dahulu telah berhasil mencetak kader kader terbaik dalam bidang pendidikan, maka tak heran Tanjungsari yang saat ini menjadi daerah penyangga pendidikan secara berkesinambungan dapat terus melahirkan generasi penerus dalam bidang pendidikan. Fasilitas pendidikan yang mumpuni serta bergengsi terus bermunculan di daerah yang satu ini.
  Sebagai ujung tombak didaerah, UPTD Pendidikan kecamatan Tanjungsari dengan segala daya serta upaya disertai niatan yang tulus untuk memajukan dunia pendidikan terus berbenah serta melaksanakan pembinaan dan pembekalan bagi tenaga pendidiknya. Kegiatan dan program-program yang sifatnya menambah inteligensi serta inovasi dalam pembelajaran secara bersama sama  serta selaras dengan acauan pendidikan terus dipacu, hal ini merupakan kerjasama semua elemen pendidikan yang ada di Kecamatan Tanjungsari di bawah kepemimpinan Dudung Wahyudin .S.Pd. M.Si peningkatan hasil pendidikan lebih terasa dan menggema ke semua lini bidang pendidikan, dukungan penuh dari K3S serta PGRI wilayah Kecamatan Tanjungsari dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang telah menjelma dengan diraihnya berbagai macam penghargaan serta piala dalam bidang pendidikan.

Jumat, 10 Februari 2012

Buntut Tindak Kekerasan Terhadap Dua Wartawan Media Elektronik, Ratusan Wartawan Bandung dan Jabar Gelar Aksi Solidaritas

Bandung, AWI Sumedang
Ratusan praktisi jurnalistik media cetak dan elektronik penuhi pelataran Bandung Indah Plaza (BIP), Kamis (8/2) lalu. Gabungan insan pers Bandung Raya, Organisasi-organisasi Wartawan Jawa Barat dan praktisi jurnalis lainnya tersebut menggelar orasi menentang tindak kekerasan yang dilakukan terhadap dua wartawan media elektronik, RCTI dan MNC beberapa waktu lalu.
Tindak kekerasan terhadap dua wartawan yang terjadi saat operasi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Satpol PP Kota Bandung tersebut, hingga kini pelaku tindakan anarkis tersebut belum diketahui identitasnya dan masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian.

Trend Gebyar Infak 1.000 Tahap ke-1 Hingga Tahap ke-3 Menurun 27% - 35 %, Don Instruksikan SOPD, Camat dan Perangkatnya Laksanakan Gebyar Infak 1.000 Secara Optimum

Sumedang, Awi Sumedang
Bupati Sumedang, DR.H. Don Murdono,SH,M.Si, Instruksikan SOPD, Camat dan Perangkatnya Laksanakan Gebyar Infak 1.000 Secara Optimal. Ini dilakukannya berdasarkan laporan yang diterima dari BAZ, bahwa trend besaran penerimaan dana hasil program tersebut terus menurun ditahun 2011 lalu, Hal tersebut disampaikan Don melalui Dede Hermasyah, Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan, di Gedung Negara dalam Rakor Gebyar Infak 1.000, Rabu (8/2).
Berdasarkan data yang diterimanya dari Drs.H. Ali Badjri, M.M., Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sumedang , penerimaan secara keseluruhan dari pelaksanaan program Gebyar Infak 1.000 ditahun 2011, pada tahap ke-1 Rp. 117 juta, Tahap ke-2 Rp. 85,5 juta dan Tahap ke-3 Rp. 55,5 juta. (Penurunan dari tahap ke-1 hingga Tahap ke-3 berfluktuasi antara 27% hingga 35%-red).
Dalam laporan yang diterimanya, masih ada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan kecamatan yang belum maksimal membantu kegiatan tersebut, bahkan ada beberapa kecamatan yang tidak melaporkan hasilnyanya, padahal, ia selalu menghimbau kepada seluruh dinas, instansi dan para camat untuk membantu suksesnya kegiatan tersebut.  Dikatakan Don, berdasarkan evaluasi dari laporan yang diterimanya, dana yang terkumpul ternyata cukup besar, dimana kebijakan untuk alokasi dana hasil program tersebut akan diprioritaskan untuk pendidikan dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Jumat, 27 Januari 2012

Jatah Bansos untuk DPR

Kamis, 26 Januari 2012
ANGGOTA DPR kini sedang giat-giatnya berebut rezeki buah pergeseran bandul kekuasaan, dari yang tadinya berat ke eksekutif menjadi berat ke legislatif. Mumpung kekuatan ada pada mereka, segala ihwal proyek dan uang sepertinya tidak boleh luput dari pantauan dan terkaman mereka.
Renovasi toilet Rp2 miliar, pembuatan tempat parkir Rp3 miliar, hingga renovasi ruang rapat badan anggaran senilai Rp20,3 miliar merupakan sedikit contoh begitu haus dan rakusnya mereka terhadap proyek.
Tidak hanya institusi banggar, urusan mengeruk kue proyek juga dilakukan di komisi DPR. Itulah yang terjadi ketika Komisi IV DPR meminta jatah Rp4,3 triliun atau 50% dari total dana bantuan sosial (bansos) Kementerian Pertanian sebesar Rp8,6 triliun.
Komisi yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan berdalih dana itu disalurkan kepada masyarakat. DPR seperti hendak menjadi sinterklas yang membagi-bagikan hadiah.
Padahal, tugas dan fungsi dewan bukanlah membagi-bagikan jatah. Dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPD, DPR, dan DPRD dinyatakan bahwa tugas dan fungsi mereka membuat undang-undang, menolak atau menyetujui anggaran, dan melakukan pengawasan.
Tidak ada satu kata pun dalam aturan membenarkan wakil rakyat meminta jatah anggaran untuk didistribusikan kepada publik. Itu karena DPR bukanlah lembaga yang bertugas mengumpulkan dan menyalurkan uang masyarakat.
Akal waras kita pasti paham bahwa pengawas tidak boleh mengoper pekerjaan pihak yang diawasi. Selain mengandung konflik kepentingan, cara seperti itu merupakan penyalahgunaan kekuasaan.